Minggu, 14 November 2010

kaos original

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Untuk mendapatkan uang menurut sebagian orang adalah bekerja menjadi pegawai baik swasta maupun pemerintahan, tidak ada yang salah dari pola pikir dan pandangan demikian karena kebanyakan orang tua kita menanamkannya sejak lama, bahkan sejak negara ini belum menjadi Indonesia yang sekarang yaitu sejak jaman kerajaan-kerajaan dan jaman kolonialisme. Suatu kebanggan orang tua jika anaknya dapat menjadi salah satu abdi kerajaan, saat ini orang tua akan bangga jika anaknya dapat bekerja disuatu perusahaan ternama atau menjadi PNS.
 

Jarang sekali ada orang tua yang mendukung dan mengarahkan anak-anaknya untuk berwiraswasta, biasanya setelah menyelesaikan pendidikkannya mereka berusaha dengan berbagai cara agar anaknya dapat diterima menjadi pegawai atau PNS.
Opini mereka terbangun bahwa jika menjadi pegawai atau PNS maka akan mempunyai penghasilan tetap, tunjungan kesehatan atau lainya sudah ada sehingga tidak perlu memikirkannya lagi pokoknya serba nyaman. Inilah yang membuat sebagian besar orang malas berpikir untuk memulai dan mengembangkan usaha baru.

Tuhan dalam suatu kitab suci mengatakan 9 dari 10 pintu untuk mendapatkan rejeki adalah dengan berdagang (bisnis red), 1 pintu rejeki lainnya didapat dengan cara menjadi petani, nelayan atau buruh (karyawan / pegawai) dll. Trus kenapa kita-kita ini memilih dan berebut dengan melewati pintu yang satu ini (termasuk saya… hehehe), padahal sembilan pintu lainnya terbuka dan bahkan berharap untuk kita masuki
Disinilah perlunya kita merubah pola pikir / pandangan kita dan generasi-generasi anak cucu kita agar nantinya menyiapkan diri untuk menjadi pebisnis bukan menjadi buruh seperti yang ditanamkan orang-orang tua kita.

Untuk menjadi pebisnis memang tidaklah mudah, bahkan teramat sulit yang membuat banyak orang untuk berpikir aman, tenaga, pikiran dan perlunya kesabaran yang harus dipunyai pebisnis, belum lagi resiko yang akan dihadapinya nanti. Tetapi kita semua percaya bahwa Tuhan maha adil, memberikan penghasilan sesuai dengan tingkat resiko yang akan dihadapinya.

Kalo kita lihat daftar orang-orang kaya didunia, hampir sebagian besar adalah para pebisnis padahal jumlah mereka amat sedikit dibandingkan dengan jumlah populasi masyarakat dunia, tetapi menguasi hampir atau bahkan lebih dari 2/3 kekayaan dunia.
Kenapa ya kita termasuk jumlah yang banyak itu, menjadi PR kita masing-masing untuk segera berbenah, melakukan introspeksi kedalam, menyiapkan sumber daya yang kita miliki dan segera mengikuti jejak para senior-senior yang sudah mencicipi manisnya menjadi seorang pebisnis dan segera menanggalkan status buruh pada diri kita.